Qualcomm Membuat Perangkat Kamera Menjadi Lebih Smart

Hong Kong – Saat ini diketahui Qualcomm telah cukup serius menggarap suatu ekosistem yang dikenal dengan istilah Internet of Things (IoT). Mereka tidak saja mampu membuat chip untuk smartphone, tetapi juga ingin membuat kamera di banyak perangkat dapat saling terkoneksi.

Saat perhelatan acara 4G/5G Summit 2016 yang dilangsungkan di Hong Kong, Qualcomm juga memaparkan rencananya untuk memperluas jangkauan dari fungsi kamera virtual reality (360 derajat), kamera IP security, dashcam, seta bodycam hingga juga action cam. Mereka juga telah mengembangkan suatu platform yang terdiri atas hardware dan software agar dapat membuat perangkat tersebut saling terhubung.

“Keinginan dari Qualcomm adalah ingin menghadirkan ekosistem yang super lengkap,” tutur Danny Petkevich, sang Director and Business Lead Connected dari Camera Segment Qualcomm.

Seperti dijelaskan oleh Danny, sekarang ini platform yang telah tersedia adalah Snapdragon 625. Dimana prosesor tersebut memiliki delapan inti atau octa core 64 bit dengan pabrikasi uuran 14 nm. Selain itu juga dilengkapi pula GPU dari Adreno 506.

Prosesor Snapdragon 625 sendiri dibuat untuk memberikan lebih dari 40% dari pemrosesan CPU DMIP dengan GPU serta DSP untuk proses analisis gambar lebih baik dan kemampuan juga deep learning. Selain itu juga prosesor ini diklaim lebih hemat dengan konsumsi daya 25% dari pendahulunya.

Selain Qualcomm membuat Snapdragon 625 yang memiliki kemampuan dual image signal yang juga telah mendukung hingga 24 megapixel dan juga 4K video dengan 30 fps HEVC. Di dalamnya juga tersemat pula modem standard X9 LTE yang turut menawarkan kecepatan download hingga 300 Mbps dan upload hingga 100 Mbps.

Selain itu juga terdapat dukungan WiFi, dan Bluetooth serta GNSS. Dan yang tidak kalah pentingnya juga, Snapdragon 625 juga dapat diberikan fitur keamanan yang handal.

Selain Snapdragon 625 ini, platform lain yang turut dirilis oleh Qualcomm adalah API dan SDK analisis dari video. Keduanya akan membawa pengolah gambar dan software analisis vidoe yang meliputi juga aktivasi suara, dan deteksi wajah serta pengakuan dan pelacakan objek video.

Semua fitur-fitur tersebut akan juga membuat kamera menjadi lebih pintar dalam memilah hal-hal apa yang harus juga direkam sehingga tidak ada lagi konten tersimpan percuma.

“Kamera juga akan mengetahui apakah momen yang menarik atau penting atau tidak, dan perangkat yang akan secara otomatis akan hidup untuk merekamnya juga,” tutur Danny.

Qualcomm juga turut pula menambahkan dukungan terhadap sistem operasi Linux. Tentunya ini akan juga memberikan developer pilihan software atau perangkat lunak yang lebih luas dan makin banyak juga opsi keamanan.

Saat ini juga, platform yang berkamera terkoneksi sudah diterapkan pada produk kamera LG 360 Cam. Sementara referensi desain untuk produk seperti IP Camera baru akan tersedia pada akhir tahun 2016 nantinya. Kemungkinan baru muncul pada kuartal pertama 2017 dan perangkat komersialnya akan tersedia di pasaran.