Oppo Berencana Untuk Invasi Kandang Apple

Setelah berhasil meraih pangsa pasar di kawasan Asia terutama di Asia Tenggara, Oppo sepertinya tengah berencana untuk melebarkan sayapnya. Vendor asal China tersebut sepertinya tidak main-main untuk menjadi salah satu vendor perangkat mobile terkemuka dunia agen judi poker online karena tengah berencana untuk masuk ke pasar Amerika Serikat yang merupakan kandang Apple yang dikenal sulit untuk dimasuki.

Sebuah sumber dari Oppo menyebutkan bahwa mereka akan mulai memasarkan produk smartphone andalannya ke Negeri Paman Sam tersebut pada akhir tahun ini. Di AS sendiri, merek Oppo telah cukup dikenal akan tetapi untuk perangkat pemutar Blu ray bukan perangkat smartphone.
Oppo Berencana Untuk Invasi Kandang Apple
Sumber tersebut juga menyebutkan bahwa saat ini Oppo telah mengantongi 1.100 paten teknologi terkait dengan fotografi dan 200 diantaranya telah terdaftar secara global. Menurut sumber tersebut, dengan modal tersebut, Oppo telah memiliki modal untuk mulai melakukan ekpansi ke negara-negara barat.

Dengan berhasil mengapalkan 26 juta smartphone pada kuarta III 2016 lalu, Oppo saat ini telah menjadi vendor terbesar judi poker keempat di dunia yang memiliki market share sebesar 7%. Oppo saat ini hanya kalah dari Samsung, Apple serta sesama vendor China, Huawei.

Para operator di AS yang berkontribusi dalam pendistribusian 80% perangkat handset di AS menunjukan keengganan untuk bekerja sama dengan Huawei disebabkan merek yang mereka miliki kurang dikenal konsumen AS.

Selain itu, Huawei juga dicurigai dalam kasus infrastruktur telekomunikasi yang diduga dimanfaatkan untuk mematai-matai AS. Sumber Huawei sendiri mengakui bahwa brand yang mereka miliki tersebut mengalami kesulitan memecahkan masalah tersebut.

“Kami memang tidak tahu bagaimana melewati hadangan ini. Ini merupakan suatu hal yang sulit,” kata seorang manager Huawei. Di Amerika Serikat, para konsumen lebih menyukai untuk membeli smartphone bundling situs poker dengan operator karena dianggap lebih terjangkau dan mengakomodasi keperluan konsumen. Dikarenakan hal tersebut, banyak vendor yang gagal melakukan ekspansi di Amerika Serikat tanpa bekerjasama dengan operator telekomunikasi setempat.