Inilah Tablet Buatan Korea Utara Yang Serba Terkunci

Jika semua bagian dunia telah dapat ditemukan komputer tablet, Korea Utara yang terkenal sebagai negara yang tertutup bukanlah berarti tidak memiliki komputer tablet tersebut. Hadir dengan layar berukuran 10 inci yang hampir sama dengan komputer tablet pada umumnya akan tetapi dari perbedaan fitur sangatlah jauh berbeda dengan komputer tablet pada umumnya.

Komputer tablet tersebut dikenal degan Woolin. Tablet tersebut diungkapkan oleh tim peneliti yang ikut serta dalam Chaos Communication Congrss di Hamburg di Jerman. Woolim disebut dibuat oleh produsen China akan tetapi pemerintahan Korut telah memodifikasi perangkat tersebut sedemikian ruma sehingga secara otomatis perangkat ini tidak dapat dipakai seperti perangkat pada umumnya.

Modifikasi yang dimaksud adalah sensor ketat terhadap perangkat tersebut sehingga para pengguna perangkat ini hanya dapat mengonsumsi informasi ataupun membuka file yang telah lulus dari sensor pemerintah Korut.

Pnegguna tidak dapat memasukkan file lalu membuka dari tablet yang disebut menggunakan sistem operasi Android. Hal ini juga berlaku untuk semua jenis file bahkan file HTML dan teks juga harus melewati sensor ketat ini.

Salah seorang peneliti dari perangkat ini menjelaskan bahwa setiap kali ingin membuka file, tablet ini akan memeriksa tanda kriptografis yang terdapat pada file tersebut. Jika file tersebut tidak terdapat tanda kriptografis tersebut maka tidak dapat dibuka. Secara otomatis, tablet ini hanya dapat membuka file atau foto yang dibuat sendiri oleh tablet ini ataupun yang telah mendapat tanda oleh pemerintah.

Tidak hanya terkunci, Woolim juga dapat melacak semua aktivitas pengguna karena setiap kali dibuka, tablet ini akan mengambil screenshot secara otomatis tanpa disadari oleh pengguna. Screenshot ini tidak dapat dihapus.

Sementara itu fitur hardware seperti Wi-Fi dan Bluetooth sengaja tidak disediakan supaya pengguna tidak dapat terkoneksi dengan pengguna lain. Woolim disinyalir akan menjadi salah satu alat propaganda bagi pemerintah Korut. Pengguna telah dijejali dengan berbagai pesan yang dibuat pemerintah baik lewat bahan bacaan yang telah tertanam di dalam perangkat ataupun tayangan TV dan internet yang dapat di akses lewat tablet.

Korut sendiri telah mengedarkan tablet ini dldalam negeri. Berbagai model dari Woolim telah disebarkan pada 2015 dengan harga yang cukup mahal yaitu 160-200 Euro atau sekitar Rp 2,3 juta hingga Rp 2,9 juta